Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa

No ratings yet.

Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan di pertandingan ketiga grup G putaran kedua kualifikasi piala dunia 2022 zona asia. Indonesia harus menyerah setelah dibabat habis oleh uni emirat arab dengan skor telak 5-0 di stadion Al Maktoum, Dubai, Uni emirat arab.

Kekalahan ini jelas membuat reputasi timnas Indonesia semakin buruk di sepak bola asia. Pelatih pelatih timnas Indonesia belum ada yang mampu mendongkrak prestasi timnas di level asia. Padahal timnas Indonesia telah sering mengganti pelatih tiap tahunnya. Dan berikut adalah deretan pelatih timnas dari masa ke masa.

Alfred Riedl (2010-2011)

Dimulai dari 2010, Alfred riedl mengawali karir sebagai pemain sepak bola di klub lokal Austria yakni FK Ausria Wien. Riedl juga sempat berkostum timnas Austria meski Cuma bermain 4 kali Bersama timnas Austria.

Riedl melanjutkan karirnya di dunia kepelatihan. Selama karir kepelatihannya, riedl lebih banyak menangani tim nasional ketimbang klub. Tercatat riedl pernah menangani timnas Austria, Vietnam, laos hingga timnas palestina pun pernah ia tangani.

Pada tahun 2010, PSSI membawa Riedl ke Indonesia untuk menangani timnas Indonesia. Selama menangani timnas Indonesia, riedl telah membawa timnas menjadi runner up piala aff 2010.

Di turnamen tersebut, ada sedikit kecurigaan dari supporter timnas Indonesia. Dimana mereka menduga bahwa pertandingan final antara Malaysia vs Indonesia di stadion bukit jalil telah diatur oleh bandar judi sehingga mengorbankan kemenangan timnas Indonesia.

Kecuriggan itu bukan tanpa alasan, pasalnya di fase grup, timnas Indonesia mampu mengalahkan Malaysia dengan skor telak 5-1. Tapi kita malah kalah di final oleh Malaysia dengan skor 3-0.

Riedl pun disebut sebut terlibat dalam kasus skandal pengaturan skor yang hingga saat ini masih dibicarakan namun belum ada bukti yang kuat.

Wim Rijsbergen (2011-2012)

Pada tahun 2011.. Wim Rijsbergen didatangkan di tengah kisruhnya PSSI. Kala itu, Wim tidak mampu berbuat banyak untuk timnas Indonesia. Indonesia menjadi juru kunci grup E babak III Kualifikasi Piala Dunia 2014.

Aji Santoso (2012)

Sebelumnya, Aji santoso merupakan asisten pelatih Wim. Saat Wim dipecat, Aji ditunjuk sebagai caretaker.

Semasa ia menjadi caretaker, ada noda kotor di seragam timnas. Saat itu, 29 Februari 2012, Indonesia kalah telak 0-10 atas Bahrain di laga pamungkas Pra-Piala Dunia 2014 Grup E.

Ini merupakan rekor kekalahan terbesar timnas sepanjang sejarah. Rekor sebelumnya adalah kalah 0-9 dari Denmark pada 1974.

Salah satu faktor kekalahan terbesar ini adalah kondisi sepak bola Indonesia yang sedang terbelah. Adanya dualisme kubu PSSI mempersulit Aji mengumpulkan pemain terbaik. Setelahnya, Aji mengundurkan diri dari posisi pelatih timnas senior.

Nil Maizar (2012-2013)

Nil Maizar merupakan mantan pesepak bola yang bermain untuk Semen Padang dan PSP Padang. Karier kepelatihannya dimulai saat itu ditunjuk menjadi asisten pelatih Arcan Iurie. Semen Padang masih berada di Divisi Utama. Duetnya mengantarkan Semen Padang ke Liga Super Indonesia 2010/2011.

Prestasinya ini membuat PSSI kepincut menggunakan jasanya. Turnamen pertama yang diikuti adalah Piala Internasional Palestina (Piala Al Nakba) 2012. Saat itu timnas sanggup melaju hingga semifinal. Ia juga memipin timnas mengikuti Piala SCTV dan menjadi runner-up di sana. Di tengah dualisme PSSI, Nil membawa timnas berlaga di Piala AFF 2012. Dengan kondisi tim yang tidak ideal, Indonesia gagal melaju ke babak selanjutnya, setelah di laga terakhir fase grup kandas oleh Malaysia.

Luis Manuel Blanco (2013)

Blanco digaet PSSI pada awal Februari 2013. Blanco diproyeksikan menggantikan Nil yang resmi dipecat, meskipun kontrak Nil masih sampai 2016. Namun karier kepelatihan Blanco di timnas sama sekali tidak berjalan mulus. Kondisi sepak bola Indonesia yang sedang kacau juga berimbas pada dirinya. Akhirnya, tidak ada karya yang ia sembahkan untuk Indonesia.

Rahmad Darmawan (2013)

Pria yang akrab disapa Coach RD ini menggantikan Blanco sebagai pelatih sementara. Di level timnas senior, ia hanya menangani saat timnas berlaga melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015. Setelahnya, RD ditunjuk untuk melatih timnas U-23.

Jacksen F Tiago (2013)

Jacksen merupakan pesepak bola berkebangsaan Brasil yang sudah malang-melintang di klub-klub Indonesia. Tercatat, ia pernah berkostum Petrokimia, PSM Makasar, dan Persebaya Surabaya, di mana ia meraih gelar saat berkostum Bajul Ijo.

Ketika memasuki dunia kepelatihan, Jacksen juga sempat menangani beberpa klub lokal Indonesia. Tercatat seperti Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, Mitra Kukar hingga Persitara Jakarta Utara.

Jacksen adalah asisten RD saat laga Indonesia melawan Arab Saudi pada Kualifikasi Piala Asia 2015. Setelah laga itu, Jacksen didapuk untuk menjadi pelatih utama.

Alfred Riedl (2013-2014)

Riedl kembali diminta melatih timnas Indonesia setelah tahun 2010 yang lalu. Saat itu, timnas menjadi runner-up pada gelaran Piala AFF 2010. Pada tahun 2014, Riedl juga membawa timnas berlaga di kejuaraan Piala AFF 2014. Namun, Indonesia hanya mentok di fase  grup saja dengan hanya mengumpulkan 4 poin dari 3 pertandingan.

Benny Dollo (2015)

Tahun 2015, ada kali ketiga Bendol melatih timnas senior Indonesia. Sebelum kembali melatih timnas, Bendol terlebih dahulu menukangi Persija Jakarta, Mitra Kukar dan Sriwijaya FC Palembang. Namun, per 30 Mei 2015, Indonesia resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA sehingga tak ada laga yang dimainkan.

Alfred Riedl (2016)

Setelah dicabutnya sanksi FIFA per 16 Mei 2016, PSSI segera mencari pelatih timnas Indonesia. Dan per tanggal 10 Juni 2016, PSSI resmi menunjuk Alfred Riedl. Ini merupakan kali ketiga Riedl menukangi timnas Indonesia.

Luis Milla (2017-2018)

Lanjut di tahun 2017, PSSI membuat kejutan dimana mereka memutuskan untuk mendatangkan pelatih sekelas luis milla ke Indonesia. Disini luis milla benar benar merubah gaya permainan timnas Indonesia. Para supporter pun dibuat jatuh cinta dengan gaya permainan luis milla. Namun karna ada suatu masalah, akhirnya PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak luis milla.

Bima Sakti (2018)

Era kepelatihan luis milla akhirnya dilanjutkan oleh Bima Sakti yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih dari luis milla. Namun permainan timnas di bawah asuhan bima sakti tidak terlalu baik. Bima yang dijuluki si Guru Penjas oleh supporter pun dikecam untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan timnas Indonesia. Akhirnya setelah melakukan evaluasi, PSSI memutuskan untuk melepas bima sakti dari jabatannya sebagai pelatih timnas senior.

Simon McMenemy (2018-sekarang)

Selepas bima sakti lengser, PSSI memutuskan untuk menunjuk Simon Mc Menemy sebagai pelatih timnas senior. Simon ditunjuk karna rekam jejak nya yg cukup baik di bhayangkara fc. Dia sempat mengejutkan publik dengan membawa bhayangkara fc juara liga 1 2017.

Namun prestasinya di klub tidak bisa berlanjut di timnas. Timnas Indonesia tidak terlihat mengalami banyak perubahan yang berarti. Bahkan terakhir kita dibantai 5-0 oleh uni emirate arab.

Bukan tak mungkin jika simon mc menemy akan segera digantikan oleh pelatih lain jika timnas Indonesia terus mendapat hasil yang buruk.

Please rate this

Back to top button
Close